Bahasa Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bahasa Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Nilai-nilai dalam Cerpen

Nilai-nilai dalam Cerpen

Cerpen ditulis pengarang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari yang dialaminya. Pengalaman hidup ini kemudian diekspresikan ke dalam cerpen. Proses penciptaannya bukan semata-mata menggambarkan kehidupan nyata itu, melainkan didasari oleh pandangan pengarang. Pandangan inilah yang menggambarkan nilai dalam suatu cerpen.


Pada umumnya para penulis cerpen tidak menuliskan nilai-nilai di dalam cerpennya secara eksplisit. Untuk itu, bila kita ingin mengenalinya, terlebih dahulu kita harus membaca karya tersebut secara tuntas. Tahap berikutnya adalah mengenali unsur-unsur instrinsik, seperti tema, alur, dan penokohan. Nilai-nilai dalam cerpen meliputi banyak bidang kehidupan manusia. Nilai dalam cerpen adalah sesuatu yang dapat diambil atau dipetik dari cerpen yang bersifat edukatif, menambah pengetahuan, memberikan hiburan, atau yang dapat memanusiakan manusia sehingga berguna bagi manusia dalam kehidupan seharihari.

Biografi

Biografi


Biografi

Pernahkah kalian membaca biografi seorang tokoh terkenal? Tentunya dalam biografi tersebut tertuliskan perjalanan hidup seorang tokoh dari awal hingga menjadi orang sukses. Banyak hal yang bisa kalian pelajari

melalui perjalanan hidup tokoh. Tentunya, kalian sudah memahami pengertian biografi, bukan?
Biografi adalah buku yang berisi riwayat hidup seseorang. Buku biografi memberikan banyak manfaat bagi pembacanya. Kita bisa menemukan hal-hal yang menarik tentang seseorang yang mungkin bisa kita jadikan teladan. Biografi yang ditulis sendiri oleh pengarangnya dan menceritakan perjalanan hidup dirinya sendiri disebut autobiografi.
Pengertian Ringkasan, Rangkuman, Ikhtisar, dan Sinopsis

Pengertian Ringkasan, Rangkuman, Ikhtisar, dan Sinopsis


Pengertian Ringkasan, Rangkuman, Ikhtisar, dan Sinopsis


Kita sering mendengar kata ringkasan, rangkuman ikhtisar dan sinopsis. Pernahkan terfikir apa persamaan dan perbedaan antara semua kata tersebut?

1. Ringkasan

Bentuk ringkas dari karangan yang masih memperlihatkan sosok dasr dari aslinya. Inti tidak meninggalkan urutan dasar yang melandasinya. Dengan kata lain memangkas hal-hal yang lebih kecil yang meliputi gagasan utama bacaan, kerangka dasar masih tampak jelas.

Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, kita mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.

Tipe Lakon dalam Drama

Tipe Lakon dalam Drama

Tipe Lakon dalam Drama

1. Drama

Drama berasal dari kata Yunani Kuno, draomai yang berarti bertindak atau berbuat (mengacu pada salah satu jenis pertunjukan) dan drame yang berasal dari kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat berarti lakon serius yang
menggarap satu masalah yang punya arti penting tapi tidak bertujuan mengagungkan tragika atau kematian (Bakdi Soemanto, 2001). William Froug (1993) mendefinisikan drama sebagai lakon serius yang memiliki segala rangkaian peristiwa yang nampak hidup, mengandung emosi, konflik, daya tarik memikat serta akhir yang mencolok dan tidak diakhiri oleh kematian tokoh utamanya.

Drama juga bisa diartikan sebagai suatu kualitas komunikasi, situasi, aksi dan segala apa saja yang terlihat dalam pentas baik secara objektif maupun secara subjektif, nyata atau khayalan yang menimbulkan kehebatan, keterenyuhan dan ketegangan perasaan para pendengar atau penonton. Bisa juga diartikan sebagai suatu bentuk cerita konflik sikap dan sifat manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan gerak di hadapan pendengar maupun penonton.

Dengan mengacu pada definisi di atas dapat disimpulkan bahwa drama adalah salah satu jenis lakon serius dan berisi kisah kehidupan manusia yang memiliki konflik yang rumit dan penuh daya emosi tetapi tidak mengagungkan sifat tragedi. Contoh lakon-lakon drama adalah Hedda Gabler, Musuh Masyarakat, Brand, Boneka Mainan, Tiang-Tiang Masyarakat, Hantu-Hantu (Henrik Ibsen), Domba-domba Revolusi (B. Sularto), Titik-titik Hitam (Nasjah Djamin).
Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah (Proposal Penelitian)

Anda akan berlatih mendaftar hal-hal yang perlu ditulis berdasarkan topik yang dipilih, menentukan gagasan yang akan dikembangkan dalam karya tulis ilmiah (berdasarkan pengamatan atau penelitian), menyusun kerangka karya tulis ilmiah, dan menyunting karya ilmiah sendiri atau karya orang lain.

1. Mendaftar Hal-Hal yang Perlu Ditulis Berdasarkan Topik yang
Dipilih

Sebelum Anda membuat suatu karya tulis ilmiah, maka terlebih dahulu Anda akan menentukan topik apa yang akan Anda angkat dalam penulisan ilmiah tersebut. Misalnya saja Anda akan meneliti mengenai kalimat tidak efektif. Penelitian tentang kalimat tidak efektif sangatlah luas. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi ketidakefektifan kalimat khususnya kemubaziran. Kemubaziran pun memiliki bidang yang luas misalnya kemubaziran reduplikasi, komposisi, kata tugas.
Drama

Drama

Logo Drama
Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.

Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.

  1.      Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada 
mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
  2.      Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :

Perbedaan Antara Seminar, Simposium, Diskusi Panel, Rapat dan Loka Karya

Perbedaan Antara Seminar, Simposium, Diskusi Panel, Rapat dan Loka Karya



      1.       SEMINAR
A.      Pengertian
Seminar merupakan suatu pembahasan masalah secara ilmiah, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan. Oleh karena itu, suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pandapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau reomendasi.
Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa pembicara sesuai dengan pokok-pokok pembahasan yang diminta oleh sesuatu panitia penyelenggara. Pkok-pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahasa secara teoretis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan , bila masalahnya sangat luas.
Kata Baku dan Tidak Baku

Kata Baku dan Tidak Baku


Kata Baku Kata Tidak Baku antre antri atlet atlit azimat ajimat faksimile faksimil februari pebruari film filem frekuensi frekwensi izin ijin juang joang jumat jum'at kabar khabar kanker kangker konkret kongkrit kualitas kwalitas kuantitas kwantitas november nopember lembap lembab paruh paro tenteram tentram zaman jaman ziarah jiarah
==Makna Imbuhan peng-...-an dan –an== Ada pemakaian pasangan kata berimbuhan peng-...-an dan –an yang tidak mencerminkan perbedaan. Imbuhan peng- dapat juga berwujud pem-, pen-, peny- dan pe-, misalnya, kata pemberian yang sering dipakai seperti dalam kalimat berikut.
  1. Rumah ini pemberian orang tua saya.
Jika kita mengenal kata pengiriman dengan arti 'hal atau tindakan mengirim atau mengirimkan' dan penulisan bermakna 'hal atau tindakan menulis atau menuliskan', kata pemberian dalam kalimat di atas akan diartikan 'hal atau tindakan memberi atau memberikan'.
Pemakaian yang mana

Pemakaian yang mana


Yang mana atau yang? Bentuk yang mana sering digunakan alih-alih bentuk yang. Contohnya seperti berikut ini.
  1. Peminjaman akan dikenai denda untuk buku yang mana tidak dikembalikan setelah dua minggu masa pinjam.
Penggunaan bentuk yang mana semacam itu salah. Kalimat yang benar untuk mengungkapkan hal itu adalah sebagai berikut.
  1. Peminjaman akan dikenai denda untuk buku yang tidak dikembalikan setelah dua minggu masa pinjam.
Jadi, di sini kita hanya menghilangkan kata mana dan cukup menggunakan kata yang. Kata yang itu berfungsi menghubungkan kata benda buku dengan bagian selanjutnya. Agak aneh lagi contoh berikut ini.
  1. Pemerintah akan membangun sebuah jembatan yang mana jembatan itu dapat menghubungkan kedua daerah itu.
Pemubaziran Kata

Pemubaziran Kata


Keefektifan dalam penggunaan bahasa, selain dapat dicapai melalui pemilihan kata yang tepat, dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian kata yang mubazir. Kata mubazir yang dimaksud di sini adalah kata yang kehadirannya tidak terlalu diperlukan sehingga, jika dihilangkan, tidak mengganggu informasi yang disampaikan. Kata yang mubazir diakibatkan, antara lain, oleh penggunaan kata yang bersinonim secara bersama-sama. Misalnya:
  1. Kita perlu menjaga kesehatan agar supaya terhindar dari penyakit.
  2. Bank Sumitomo adalah merupakan salah satu bank terbesar di Jepang.
  3. Beberapa kota besar di Indonesia umumnya sudah tercemar polusi udara, seperti misalnya Jakarta dan Surabaya.
Pilihan Kata (Diksi)

Pilihan Kata (Diksi)


Biasanya orang membuka kamus untuk mengetahui arti sebuah kata, cara penulisannya, atau cara-cara melafalkannya. Akan tetapi, banyak juga orang yang menginginkan lebih dari itu. Mereka ingin menemukan kata tertentu untuk mengetahui pemakaiannya secara tepat. Sudah barang tentu seorang pembicara atau seorang penulis akan memilih kata yang "terbaik" untuk mengungkapkan pesan yang akan disampaikan. Pilihan kata yang "terbaik" adalah yang memenuhi syarat (1) tepat (mengungkapkan gagasan secara cermat), (2) benar (sesuai dengan kaidah kebahasaan), dan (3) lazim pemakaiannya. Berikut ini adalah contoh pemilihan kata yang tepat.
  1. Sidik tidak mau lagi mendengarkan kata-kata temannya yang sudah terbukti suka membual. Ia mengacuhkan janji-janji yang diobral temannya itu dan menganggapnya angin lalu.
  2. Pingkan sangat senang mendengar kabar itu dan ia berkilah kepada teman-temannya dengan bangga "Ternyata saya lulus".
Penggunaan Kata Sekejap dan Sekilas

Penggunaan Kata Sekejap dan Sekilas


Sekejap dan Sekilas
Kedua kata ini, sekejap dan sekilas, cenderung hanya dapat didampingkan dengan verba yang berkaitan dengan indera penglihatan. Seperti memandang, melihat, dan tampak, misalnya.
(9) a) Orang itu memandang sekejap/sekilas. b) Orang tua itu menghilang dalam sekejap mata. c) Sekilas tampak bayangan wajahnya.
Sepintas
Kata sepintas tampaknya dapat didampingkan dengan verba yang berkaitan dengan indera penglihatan (memandang), verba kesadaran (merenung), dan verba komunikasi (berbicara), serta verba yang berkaitan dengan indera pendengaran, misalnya;
  1. a) "Mungkin saja hal itu terjadi,"pikirnya sepintas lalu.
Penggunaan Kata Sekarang dan Kini

Penggunaan Kata Sekarang dan Kini


Kata sekarang dan kini kelihatannya persis sama maknanya sehingga seolah-olah keduanya dapat selalu saling menggantikan, sebagaimana yang terdapat pada contoh berikut.
(1) Karena dulu para petani di daerah itu berpindah-pindah, ini/sekarang banyak pendapat lahan yang rusak.
Akan tertapi, jika diamati secara lebih cermat, kemungkinan pemunculan kata kini lebih terbatas daripada sekarang. Kata kini mengandung nuansa yang lebih khusus. Penggunaan kata kini mengandalkan adanya kesinambungan antara yang terjadi pada waktu lampau dan yang terjadi pada saat ihwalnya dibicarakan, antara yang terjadi dulu dan yang terjadi pada saat ini. Perhatikan contoh berikut.
(2) Yang dulu dipandang remeh kini disegani banyak orang (3) Ia, yang selama ini dikenal sebagai peragawati, kini mencoba nasib sebagai perancang baju. (4) Ia pernah belajar antropologi di luar negeri dan kini bekerja di kantor swasta.